Media Bisnis Indonesia

—–Business That Inspires—-

Bank Indonesia Resmi Luncurkan Kartu Kredit Indonesia

MEDIA BISNIS INDONESIA– Dalam rangka memperkuat kemandirian ekonomi digital nasional, Bank Indonesia resmi meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) segmen ritel. Instrumen pembayaran baru ini tidak lagi bergantung pada jaringan internasional seperti Visa atau Mastercard, melainkan menggunakan infrastruktur sistem pembayaran dalam negeri. 

Pejabat Gubernur Sementara BI, Destry Damayanti, menyampaikan bahwa kehadiran KKI merupakan sumbangsih nyata untuk memperkuat ketahanan perekonomian nasional. “Setiap kemajuan sistem pembayaran harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat daya saing perekonomian nasional,” ujarnya dalam acara peluncuran di Jakarta. 

Tahap Awal Terintegrasi dengan QRIS

Pengembangan KKI akan dilakukan secara bertahap demi menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna.

Pada tahap awal, KKI diterbitkan sebagai kartu digital. Pengguna dapat menggunakan KKI sebagai sumber dana transaksi QRIS. Transaksi dapat dilakukan melalui fitur QRIS Scan maupun QRIS Tanpa Pindai (QRIS Tap/QRISp).

BI selanjutnya akan memperluas fitur KKI untuk pembayaran online (online payment) hingga menerbitkan kartu fisik. 

Didukung oleh Delapan Bank Besar

Pada peluncuran tahap pertama ini, Bank Indonesia bekerja sama dengan delapan Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) untuk menerbitkan KKI kepada masyarakat. Kedelapan bank tersebut adalah Bank Central Asia (BCA), Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), CIMB Niaga, Permata Bank, Bank Mega, dan Bank Syariah Indonesia (BSI). 

Khusus untuk BSI, KKI akan dikembangkan menggunakan skema pembiayaan syariah agar sesuai dengan kebutuhan prinsip syariah masyarakat. 

Insentif Tambahan bagi Merchant

Bersamaan dengan peluncuran KKI, BI juga mengumumkan perluasan kebijakan tarif Merchant Discount Rate (MDR) QRIS sebesar 0% yang akan berlaku efektif mulai 1 Oktober 2026. Kebijakan ini diharapkan mampu meringankan beban biaya bagi para pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) agar lebih mudah masuk ke dalam ekosistem keuangan digital. 

Langkah strategis dari Bank Indonesia ini diharapkan mampu memperluas inklusi keuangan, membantu menopang konsumsi domestik masyarakat, serta menciptakan sistem pembayaran nasional yang jauh lebih aman, murah, dan efisien. 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *