Media Bisnis Indonesia

—–Business That Inspires—-

Arab Saudi Akuisisi Raksasa Game EA senilai Rp990 Triliun

MEDIA BISNIS INDONESIA, RIYADH – Industri game global mencatat sejarah baru setelah konsorsium investor yang dipimpin oleh Public Investment Fund (PIF), dana kedaulatan milik pemerintah Arab Saudi, merampungkan akuisisi penuh terhadap raksasa video game asal Amerika Serikat, Electronic Arts (EA).

Transaksi bernilai US$55 miliar (sekitar Rp990 triliun) ini resmi diselesaikan pada Selasa, 4 Agustus 2026, setelah mendapatkan lampu hijau dari regulator antimonopoli Uni Eropa dan berbagai otoritas terkait. Berdasarkan kesepakatan akhir, para pemegang saham EA menerima kompensasi tunai sebesar US$210 per lembar saham. 

Cetak Rekor Komersial Terbesar

Pembelian EA mencatatkan rekor sebagai aksi leveraged buyout (LBO) atau pembelian dengan dukungan utang terbesar dalam sejarah ekuitas swasta. Struktur pendanaan megaproyek ini melibatkan kombinasi ekuitas senilai US$36 miliar serta pembiayaan utang sebesar US$20 miliar yang dikoordinasikan oleh JPMorgan Chase & Co. 

Lewat penyelesaian transaksi ini, Arab Saudi melalui PIF kini memegang kendali penuh dengan menguasai 93.4% saham EA. Sementara itu, sisa saham minoritas lainnya dipegang oleh Silver Lake (5,5%) dan Affinity Partners (1,1%) milik Jared Kushner. 

Dampaknya, setelah 36 tahun melantai di bursa efek sebagai perusahaan terbuka, saham EA kini resmi dihapus (delisted) dari bursa saham Nasdaq.

Melalui akuisisi masif ini, Arab Saudi mengamankan hak penuh atas deretan kekayaan intelektual (IP) game paling populer dan bernilai tinggi di dunia, antara lain: 

EA Sports FC (waralaba game sepak bola legendaris yang sebelumnya bernama FIFA), The Sims, Battlefield, Apex Legends, Madden NFL, dan Mass Effect & Dragon Age.

Meskipun kepemilikan telah berpindah tangan ke Timur Tengah, kantor pusat EA dipastikan akan tetap beroperasi di Redwood City, California, Amerika Serikat. Jajaran manajemen puncak juga tidak mengalami perombakan besar, di mana Andrew Wilson tetap mempertahankan jabatannya sebagai CEO EA. 

“Kami memasuki babak baru ini dari posisi yang kuat bersama mitra yang berbagi visi dan ambisi kami. Bersama-sama, kami akan berinvestasi secara berani, mempercepat inovasi, dan membangun generasi berikutnya dari pengalaman bermain game,” ujar Andrew Wilson dalam pernyataan resminya. 

Bagian dari Ambisi Visi 2030

Langkah berani ini menjadi tonggak krusial bagi implementasi Visi 2030 yang diusung oleh Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman. Kerajaan terus berupaya mendiversifikasi ekonominya agar tidak lagi bergantung penuh pada sektor minyak bumi. 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *