MEDIA BISNIS INDONESIA— Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi mengumumkan PT Nations Petroleum, perusahaan migas di bawah payung Arsari Group milik pengusaha Hashim Djojohadikusumo, sebagai pemenang lelang Wilayah Kerja (WK) Minyak dan Gas Bumi Natuna D-Alpha. Keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan Menteri ESDM No. 108. K/MG.4/DJM/2026 yang diterbitkan pada 17 September 2026.
Nations Petroleum berhasil mengamankan hak pengelolaan blok migas raksasa tersebut melalui mekanisme lelang penawaran langsung. Untuk tiga tahun pertama masa eksplorasi, entitas milik adik Kandung Presiden Prabowo Subianto ini menggelontorkan komitmen pasti senilai US$ 103,309 juta (atau setara Rp 1,83 triliun dengan asumsi kurs Rp 17.730 per US$) serta bonus tanda tangan (signature bonus) sebesar US$ 200.000 (sekitar Rp 3,55 miliar). Nilai komitmen ini menjadi yang terbesar di antara enam blok migas yang ditawarkan pemerintah pada Tahap I Tahun 2026.
Tantangan terbesar di Blok Legendaris
Blok Natuna D-Alpha terletak di lepas pantai Natuna Timur dengan cakupan luas wilayah mencapai 10.291,03 kilometer persegi. Lapangan ini merupakan bagian dari Blok East Natuna yang telah ditemukan sejak tahun 1973 namun pembangunannya sempat mangkrak puluhan tahun.
Mandeknya proyek ini disebabkan oleh tantangan teknis yang sangat besar, di mana kandungan karbon dioksida (CO2) di dalamnya tergolong ekstrem, yakni melebihi 70 persen.
Meski begitu, potensi yang dimiliki kawasan ini sangat masif. Berdasarkan kalkulasi Kementerian ESDM, total potensi gas di East Natuna diperkirakan mencapai 222 triliun kaki kubik (TCF), dengan volume gas yang secara teknis dapat dieksploitasi berkisar di angka 46 TCF. Proyek strategis ini sebelumnya sempat ditinggalkan oleh ExxonMobil hingga akhirnya dikembalikan oleh PT Pertamina (Persero) kepada negara sebelum dilelang kembali tahun ini.
Rencana Kerja Eksplorasi
Demi mengatasi kerumitan karakteristik gas di wilayah tersebut, komitmen investasi yang disiapkan oleh PT Nations Petroleum akan dialokasikan secara khusus untuk mendanai serangkaian kegiatan teknis lanjutan. Langkah ini mencakup studi geologi dan geofisika (G&G), pengerjaan seismik 3D seluas 591 km², tiga studi terintegrasi CO2, pembangunan infrastruktur fasilitas pendukung, pengeboran satu sumur eksplorasi, satu sumur appraisal, serta proses pengujian dan pemantauan menyeluruh.
Melalui keterangan resminya, pihak Kementerian ESDM menegaskan bahwa keberhasilan penunjukan pemenang lelang ini merupakan bagian dari langkah nyata pemerintah untuk mendongkrak cadangan migas baru. Penambahan pasokan dari Natuna D-Alpha diharapkan mampu memperkuat keberlanjutan produksi energi jangka panjang dan memantapkan ketahanan energi nasional di masa depan.


Leave a Reply