MEDIA BISNIS INDONESIA — Pemerintah Singapura secara resmi memanggil para pimpinan eksekutif dari 10 perusahaan yang terdaftar atau memiliki afiliasi di negara tersebut menyusul penyelidikan intensif terkait bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia yang memicu kabut asap lintas batas. Pertemuan penting ini dilangsungkan secara tertutup di Singapura pada hari Rabu, 28 Oktober 2026.
Pemanggilan tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Luar Negeri sekaligus Menteri Dalam Negeri Singapura, K. Shanmugam. Dalam keterangannya usai pertemuan, pemerintah Singapura menegaskan bahwa langkah tegas ini diambil berdasarkan bukti-bukti geospasial serta analisis titik panas (hotspot) satelit yang mengaitkan area konsesi perusahaan dengan karhutla di Sumatra dan wilayah Kalimantan.
Sebanyak 10 korporasi besar yang disorot dan dipanggil petingginya meliputi sejumlah raksasa di sektor agribisnis dan kehutanan, di antaranya:
- Bumitama Agri
- First Resources
- Golden Agri-Resources (Sinar Mas Group)
- Indofood Agri Resources
- Kencana Agri
- TSH Resources (TSH Global Plantation & TSH Oversea)
- Wilmar International
- Asia Pulp & Paper (APP) Company Limited beserta afiliasinya
Pemerintah Singapura melalui National Environment Agency (NEA) mewajibkan perusahaan-perusahaan tersebut untuk membuka dokumen operasional secara transparan, termasuk rantai pasok dan hubungan korporasi di Indonesia dan Singapura. Langkah ini dilakukan untuk meneliti apakah praktik bisnis mereka berkontribusi secara langsung maupun tidak langsung terhadap bencana asap yang merugikan kesehatan publik.
Kendati demikian, K. Shanmugam menegaskan bahwa proses hukum ini murni berbasis fakta dan bukan upaya untuk mencari-cari kambing hitam. Perusahaan yang terbukti bersih melalui asesmen independen justru akan terbantu untuk memulihkan reputasi mereka, sementara entitas yang terbukti lalai akan ditindak tegas sesuai instrumen hukum Transboundary Haze Pollution Act (THPA). Sejumlah korporasi yang dipanggil menyatakan kesiapan mereka untuk kooperatif dan bekerja sama penuh dengan otoritas penegak hukum Singapura.


Leave a Reply