Media Bisnis Indonesia

—–Business That Inspires—-

Agung Podomoro Land Jual Deli Park Mall Medan ke Korporasi Jepang Rp2,44 Triliun  

Media Bisnis Indonesia — PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mengambil langkah strategis pada awal 2026 dengan menjual Deli Park Mall, di Medan, Sumatera Utara.

Emiten properti dengan kapitalisasi pasar Rp 3,95 triliun ini mengonfirmasi kabar pelepasan aset tersebut melalui keterbukaan informasi baru-baru ini.

Langkah ini merupakan bagian dari desain besar optimalisasi struktur keuangan perusahaan di tengah dinamika ekonomi makro yang kian menantang. 

Corporate Secretary PT Agung Podomoro Land Tbk Justini Omas dalam tanggapan resminya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), mengungkapkan nilai fantastis dari kesepakatan tersebut. 

“Nilai total transaksi penjualan Deli Park Mall kepada DPMAI adalah sebesar Rp 2,44 triliun, termasuk PPN, dengan skema pembayaran transaksi yaitu dengan pelunasan sekaligus pada saat penandatanganan AJB (Akta Jual Beli),” jelas Justini, Rabu (21/1/2026). 

Angka ini menunjukkan apresiasi nilai yang signifikan mengingat nilai tercatat aset per 31 Desember 2024 berada pada angka Rp1,48 triliun. 

Penetapan harga jual tersebut murni hasil kesepakatan komersial yang wajar (arm’s length) antara penjual dan pembeli dengan mempertimbangkan kondisi pasar properti terkini dan kinerja operasional aset yang sangat solid.

Aset prestisius ini berpindah tangan kepada PT DPM Assets Indonesia (DPMAI), sebuah entitas yang baru didirikan pada Oktober 2025. 

DPMAI dimiliki 100 persen oleh PT Hankyu Hanshin Properties Indonesia, bagian dari korporasi raksasa asal Jepang, Hankyu Hanshin Properties Corp. 

Hubungan ini sejatinya bukanlah hal baru bagi APLN. Justini menyebutkan adanya hubungan usaha terbatas di mana ultimate beneficiary owner dari DPMAI juga merupakan mitra APLN pada proyek Central Park dan Central Park 2 di Jakarta. Masuknya modal Jepang ini menegaskan bahwa Deli Park Mall, yang mencatatkan pendapatan sewa sebesar Rp 151,06 miliar sepanjang 2024, adalah aset produktif dengan prospek jangka panjang yang sangat menarik. Likuiditas dan Deleveraging Justini menekankan bahwa langkah ini adalah bagian dari strategi rebalancing portofolio. 

APLN ingin memastikan struktur permodalan mereka tetap sehat dan lincah untuk menangkap peluang di masa depan. Dana hasil penjualan sebesar Rp 2,44 triliun tersebut telah dialokasikan secara spesifik untuk tiga pilar utama.

Pertama, pelunasan sebagian utang kepada Bank Maybank Indonesia sebesar Rp 252 miliar dan Bank Danamon sebesar Rp 400 miliar. 

Kedua, memperbaiki rasio likuiditas dan leverage perusahaan secara komprehensif.

Ketiga, mendukung pendanaan operasional dan pengembangan proyek strategis di Balikpapan melalui entitas anak PT Pandega Citraniaga.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *