Media Bisnis Indonesia

—–Business That Inspires—-

OJK Tanggapi Keputusan S&P Pertahankan Peringkat Kredit Indonesia di Level BBB

MEDIA BISNIS INDONESIA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut baik keputusan Standard & Poor’s (S&P) Global Ratings yang mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level BBB dengan Outlook Stabil.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan keputusan tersebut menjadi sinyal positif atas tetap terjaganya fundamental ekonomi Indonesia serta stabilitas sistem keuangan di tengah dinamika global.

“Keputusan S&P mempertahankan peringkat kredit Indonesia dengan Outlook Stabil menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah ketidakpastian global. Penilaian ini sekaligus menjadi dorongan bagi kami untuk terus memperkuat kinerja sektor jasa keuangan dan melanjutkan reformasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Friderica dalam siaran pers OJK, Senin (14/7).

Dalam laporannya, S&P menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap didukung oleh permintaan domestik yang kuat, kebijakan fiskal yang prudent, serta kerangka kebijakan yang kredibel dan fleksibel dalam menjaga stabilitas makroekonomi.

Sejalan dengan penilaian tersebut, OJK terus menjalankan berbagai upaya penguatan sektor jasa keuangan melalui penguatan pengawasan terintegrasi berbasis risiko, pendalaman pasar keuangan, peningkatan integritas dan tata kelola pasar, serta percepatan transformasi digital sesuai amanat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

ANDA BERUNTUNG !

Upaya tersebut dilakukan untuk memperluas kapasitas sektor keuangan dalam memobilisasi pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha dan pembangunan nasional. Langkah itu juga mendukung agenda program strategis Indonesia, termasuk peningkatan investasi, transformasi ekonomi, dan penguatan daya saing nasional.

Friderica menambahkan, sektor jasa keuangan nasional tetap berada dalam kondisi stabil. Kondisi itu didukung oleh permodalan yang kuat, likuiditas yang memadai, profil risiko yang terjaga, serta intermediasi yang terus berkembang sehingga mampu menopang stabilitas sistem keuangan dan pembiayaan perekonomian.

Sebagai bagian dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), OJK akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah, Bank Indonesia, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) guna menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *