Media Bisnis Indonesia

—–Business That Inspires—-

Makan Bergizi Gratis untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

Media Bisnis Indonesia, Jakarta — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk membangun generasi yang sehat, cerdas, dan produktif sesuai visi Indonesia Emas 2045.

Sekretaris Utama Badan Gizi Nasional (BGN) Sarwono mengatakan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib memastikan kesiapan operasional mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, penyiapan dan pengolahan makanan sesuai menu, pembagian porsi, pengemasan, hingga distribusi ke sekolah, posyandu, dan kelompok penerima manfaat lainnya.

“Selain menyediakan makanan bergizi bagi peserta didik, pendidikan gizi juga penting agar siswa memahami makanan yang disajikan dan terdorong untuk menghabiskannya. Penguasaan seluruh aspek tersebut menjadi kunci agar program dapat dilaksanakan dengan aman dan efektif,” kata Sarwono, Jumat (21/11).

Sejak diperkenalkan pada awal 2025, lebih dari 15.000 unit SPPG telah beroperasi dan memberikan manfaat bagi sekitar 41,86 juta penerima, mulai dari anak usia dini, anak sekolah, ibu hamil, hingga ibu menyusui di seluruh Indonesia.

Presiden RI menginstruksikan bahwa makanan dalam ompreng (food tray) MBG harus memenuhi nilai gizi seimbang. Setiap SPPG juga wajib menyediakan minimal dua jenis lauk dalam satu hidangan.

Instruksi itu diberikan karena Presiden Prabowo Subianto memiliki perhatian besar pada pemenuhan gizi anak Indonesia.

“Beliau bercita-cita agar generasi muda Indonesia sehat, cerdas, kuat, dan mampu bersaing di kancah global,” ujar Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang.

Menurut Nanik, perhatian presiden begitu besar hingga beliau menghitung sendiri komposisi menu saat merancang program MBG.

“Beliau hitung sendiri dan menyimpulkan bahwa dengan Rp10 ribu masih bisa menyediakan ayam dan telur,” ujarnya.

Karena itu, Nanik mengingatkan agar semua pihak tidak mengambil keuntungan dari bahan baku makanan. Ia menegaskan agar dapur MBG tidak memangkas maupun melakukan mark-up anggaran bahan baku.

“Jangan dipangkas, dan jangan di-mark up. Anggaran bahan baku itu harus penuh,” pungkasnya.

Nanik juga berpesan agar seluruh pelaksana di SPPG menjaga integritas dan saling mengingatkan. Program MBG bukanlah proyek komersial, tetapi wujud kepedulian Presiden Prabowo terhadap masa depan anak-anak Indonesia. Program prioritas nasional ini dipercayakan kepada BGN yang berkoordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan layak setiap hari.Layanan katering sehat

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan efektivitas MBG pada siswa akan diperiksa setiap enam bulan.

“Sudah disetujui bahwa setiap 6 bulan tinggi dan berat badan penerima manfaat akan diukur. Data tersebut akan masuk by name, by address, melengkapi laporan cek kesehatan gratis (CKG) anak sekolah sehingga kita bisa mengetahui efektivitas program,” kata Budi.

Selain itu, Survei Gizi Nasional (SGN) akan dilakukan setiap tahun, termasuk untuk kelompok usia di atas 5 tahun.Katering makanan sehat

“Dengan demikian kita bisa melihat perkembangan status gizi seluruh anak dan menggunakannya sebagai masukan kebijakan ke depan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pengawasan program akan dikoordinasikan bersama Kemenkes, Kemendagri, BGN, dan Badan POM.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *